Jangan Lapar Mata, Ini Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Baju

img

Wanita terkadang bisa dengan mudahnya mengeluarkan uang untuk membeli baju, apalagi jika melihat ada tulisan sale atau diskon. Sebelum membeli suatu busana, ada satu hal yang perlu Anda perhatikan agar tak hanya sekadar memuaskan hasrat lapar mata.

Dua desainer Indonesia, Denny Wirawan dan Andreas Odang, sama-sama menyebut hal yang perlu diperhatikan saat membeli baju adalah ukuran dan bentuk tubuh. Dengan mengenakan busana sesuai bentuk tubuh, akan membuat penampilan lebih maksimal dan kepercayaan diri pun bertambah.

“Untuk membuat penampilan lebih menarik dan cantik, secara busana harus tahu trik-triknya. Kalau dia benar berbusananya, membuatnya lebih percaya diri,” ujar Denny saat diwawancara wolipop di butiknya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2013).

Mengenakan busana sesuai bentuk tubuh, menurut Denny lagi, juga bisa menghindari Anda dari salah kostum. Desainer yang dikenal dengan rancangan ready to wear itu mencontohkan, ketika orang bertubuh gemuk tidak menyadari ukurannya dan memakai warna terang yang mencolok, justru akan tidak enak dipandang.

Andreas Odang senada dengan Denny. Menyadari bentuk tubuh penting agar penampilan maksimal. Jangan sampai Anda memaksakan mengenakan busana yang sebenarnya tidak sesuai dengan bentuk tubuh. Andreas sering mendapati klien yang datang dengan membawa contoh busana dipakai selebriti dunia bertubuh langsing dan tinggi. Dan kliennya itu minta dibuatkan busana serupa yang belum tentu cocok dengan bentuk tubuhnya.

“Saya suka melihat wanita yang percaya diri dengan bentuk tubuhnya sendiri, artinya mereka confident. Tapi kadang mereka itu kebablasan. Misalnya bentuk payudaranya besar atau tubuhnya kotak, tapi maunya siluet curvy,” jelas desainer yang dikenal dengan koleksi gaun pesta itu saat berbincang dengan wolipop di butiknya di kawasan Tomang, Jakarta Barat, Rabu (4/12/2013).

Advertisements

Cara Tepat Padu-Padan Busana Print untuk Tubuh Gemuk dan Kurus

img

Menurut desainer Denny Wirawan, busana print merupakan tren sepanjang masa. Hampir semua wanita memiliki busana print yang bisa digunakan saat acara formal maupun non-formal. Meskipun demikian, menggunakan busana print juga perlu disesuaikan dengan bentuk tubuh.

Kini busana print tidak hanya hadir dengan variasi yang biasa saja. Beberapa desainer Tanah Air menginovasi busana print dalam bentuk 3D. Akan tetapi, busana 3D print kurang cocok bila dikenakan oleh orang yang bertubuh gemuk. Teknik tiga dimensi tersebut akan membuat si tubuh gemuk semakin terlihat besar.

“Print 3D kurang cocok untuk badan besar, cocoknya kurus tinggi karena dia memang memberi dimensi. Untuk badan yang kurus tinggi juga masih bagus kalau mau dikombinasikan dengan tekstur,” tutur Denny ketika diwawancarai Wolipop di butiknya, kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2013).

Perhatikan pula bentuk motif yang akan digunakan, misalnya saja floral print. Wanita yang memiliki tubuh gemuk sebaiknya menghindari motif bunga besar agar tidak semakin terlihat bulat. Sebaiknya pilih motif bunga yang kecil atau sedang. Bila busana print yang dipilih garis-garis, hindari memilih garis horizontal.

“Kalau untuk orang gemuk, bagus itu cari motif-motif yang bentuknya oval, sesuatu yang ada curve-nya ya. Paling bagus itu cari yang garis vertikal, ataupun diagonal, karena miring itu membuat langsing, dan juga paisley,” saran desainer Andreas Odang ketika berbincang dengan Wolipop di butiknya, kawasan Tomang, Jakarta Barat, Rabu (4/11/2013).

Selain itu, hindari motif tye-dye karena bisa terlihat lebih bulat dari ukuran sebenarnya. Menurut Odang, motif tye-dye hanya bagus bagi wanita yang tubuhnya kurus, tinggi, dan langsing.

Prediksi Tren 2014: Sweater Gambar Pisang dari Carven

img

Jika diperhatikan, tahun 2013 dipenuhi oleh tren motif grafik dan juga digital printing. Lihat kembali koleksi sweatshirt Kenzo bergambar harimau, mata ataupun awan yang laris manis diserbu fashionista. Atau simak koleksi sweater gambar kartun Bambi yang dikeluarkan Givenchy.

Di 2014, permainan motif tampaknya masih akan pegang kendali. Dan kali ini, saatnya gambar pisang yang mendominasi dari koleksi musim semi terbaru Carven.

Label asal Paris ini menawarkan sweater dengan warna pastel yang feminin. Bagian tengahnya bergambar pisang dengan latar gambar pulau tropis di dalamnya.

Selain Carven, beberapa desainer dan rumah mode dunia ternyata juga pernah mengeluarkan koleksi busana bergambar pisang dan buah-buahan lainnya. Anda bisa melihat kembali koleksi Spring/Summer 2011 dari Prada yang begitu playful. Atau koleksi gambar jeruk citrus dari Stella McCartney, Moschino dengan printing lemon, ataupun gambar apel dari Miu Miu yang juga hits di 2011.

Sweater yang diprediksi jadi tren selanjutnya ini, sudah mulai dijual di situs Net-a-Porter. Seperti yang dikutip dari situs Refinery29, harga yang ditawarkan sekitar US$ 262 atau Rp 3,2 jutaan.

10 Penata Gaya yang Eksis di Dunia Fashion Indonesia

Jakarta – Bagi beberapa orang, fashion merupakan kebutuhan. Tidak jarang para pecinta fashion akhirnya terjun ke ranah industri mode untuk berkecimpung di dalamnya. Profesi fashion stylist juga banyak diminati oleh mereka yang senang mengikuti perkembangan tren. Di Indonesia, ada beberapa fashion stylist yang populer karena dedikasinya terhadap bidang tersebut. Siapa saja mereka?

Michael Pondaag
Michael Pondaag merupakan salah satu fashion stylist senior ternama Indonesia yang bekerja sejak tahun 1995-an. Ia juga menjadi Head of Stylist dari Harper’s Bazaar Indonesia serta pernah menaungi beberapa majalah fashion lainnya. Berawal dari seorang fashion designer, Michael kini telah mengepakkan sayapnya ke ranah internasional bekerja untuk industri mode. Ini merupakan salah satu karyanya di majalah Harper’s Bazaar.

img
Alm. Muara Bagdja
Alm. Muara Bagdja adalah redaktur mode sekaligus pengarah gaya senior yang populer di Indonesia. Beliau juga pernah menjadi pengamat mode, penulis lepas, editor, serta kontributor di berbagai majalah wanita. Beliau menutup usianya akibat penyakit kanker getah bening di awal tahun lalu
img
Dewi Utari
Dewi Utari merupakan salah satu fashion stylist yang namanya populer di Indonesia. Ia memulai karier sebagai kontributor di majalah remaja tahun 2003. Setelah delapan tahun kerja di majalah, Dewi memutuskan resign dan memilih menjadi freelance stylist. Tidak hanya menjadi stylist, wanita 30 tahun itu juga merambah kariernya sebagai pebisnis kuliner di Indonesia.
img
Ajeng Dewi Swastiari
Ajeng Dewi Swastiari dikenal sebagai fashion stylist favorit selebriti Tanah Air. Wanita 29 tahun ini telah tujuh tahun menjalani profesi sebagai personal fashion stylist. Beberapa artis yang pernah ditanganinya, antara lain Titi DJ, Bunga Citra Lestari, Sherina Dira Sugandi, Afgan, serta Vidi Aldiano.
img
Chitra Subiyakto
Chitra Subiyakto mengawali karier sejak 2000 silam di salah satu majalah remaja Indonesia. Ia telah memiliki segudang pengalaman, mulai menjadi pengarah gaya di majalah, film, iklan televisi, fashion show, konser, hingga personal stylist. Ia juga kerap bekerja sama dengan beberapa band papan atas serta artis Tanah Air, seperti Nidji, Peterpan, Ungu, Kotak, serta Gita Gutawa.
https://i2.wp.com/us.images.detik.com/content/2013/11/01/233/183810_5.jpg
Keisha Moedz Jenan
Keisha Moedz Jenan mengawali karier sebagai freelance stylist sejak 2002 silam. Wanita 29 tahun ini pernah menangani beberapa projek untuk majalah, iklan, pameran, fashion show, serta personal stylist. Ia juga pernah bekerja untuk fashion retail H&M di Kuwait.
img